02055 2200253 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082000700122084001300129100003000142245010600172250001100278300002600289650004700315520131700362264003901679336002101718337003001739338002301769990000901792INLIS00000000000005720240415123008 a0010-0424000056ta240415 g 0 ind  a978-602-7926-34-9 a92 a92 HAI k0 aHaidar MusyafaePengarang1 aKi Hadjar :bSebuah Memoar /cHaidar Musyafa ; penyunting, Faried Wijdan ; desain sampul, Yudi Irawan aCet. 1 a547 hal ;c21 x 14 cm 4aKi Hadjar Dewantara, -- 1889-1959 Biografi aAku benar-benar tak sanggup menyaksikan anak-anak yang polos itu dirampas kebebasannya dalam menuntut ilmu. Sistem pendidikan kolonial yang berdasarkan pada budaya Barat, jelas-jelas tidak sesuai dengan kodrat alam anak-anak Indonesia. Sistem pendidikan kolonial yang cenderung memaksa dan memberikan ancaman hukuman harus diganti dengan jalan memberikan kemerdekaan dan kebebasan berpikir yang seluas-luasanya kepada para peserta didik, dengan tetap memperhatikan tertib damainya hidup bermasyarakat. Anak-anak Inlander itu harus digembleng dengan sistem pendidikan yang selaras dan sesuai dengan budaya kehidupan bangsa Indonesia. Jika pendidikan anak-anak tidak didasarkan pada semangat nasionalisme, otomatis anak-anak itu tidak akan pernah memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negaranya. Tidak memiliki kepedulian untuk membela dan menjaga tanah airnya, tanah tumpah darahnya. Aku yakin, jika anak-anak itu diberi pendidikan yang sesuai dengan karakter bangsanya sendiri, maka wawasan dan pengetahuan mereka akan semakin luas. Sehingga hal itu akan mendorong kesadaran anak-anak Inlander itu untuk mendapatkan kemerdekaan jiwa dan raganya. Pendidikan dalam pandanganku adalah ikhtiar untuk mengajak manusia menjadi pribadi yang mandiri. Tidak bergantung kepada orang lain, baik secara lahir maupun batin. aTangerang Selatan :bImania,c2017 2rdacontentaTeks 2rdamediaaTanpa Perantara 2rdacarrieraVolume a1620